Tuesday, January 15, 2013

Talking Habit (Or Not Talking Habit)

Selamat malam!
Jadi ceritanya ini adalah posting pertama gue disini yang menggunakan bahasa Indonesia. Karena sepengen-pengennya gue lancar bahasa Inggris, pada dasarnya gue belum dan nggak akan pernah bosan dengan bahasa gue sendiri.
Malam ini gue tiba-tiba pengen ngeblog, di tengah-tengah kekesalan gue berkat Internet Download Manager di laptop yang entah kenapa mendadak ngadat, gue jadi nggak bisa melaksanakan tugas mulia malam ini: eker-eker youtube.

Ah, sudahlah… Mari berharap IDM yang sakti itu cepat pulih.

Ngomong-ngomong, sekedar ngingetin aja nih ya… ini udah hari Senin kan? Muahahaha! Selamat memulai minggu baru, semoga minggu anda nggak akan se-hectic yang anda takutkan ya.
Sementara gue, Senin ini nggak punya rencana apa-apa, tugas gue hanyalah belajar berhubung hari Selasa nya ada ujian, hmppppph!
Well, as I’m writing this — Sigh, cannot stop using English between my Indonesian — jam menunjukkan pukul 12.58 tengah malam dan di luar hujan deras, dari tadi.
Cuaca begini semacam bobok-able, tapi gue dengan sablengnya malah nggak ngantuk, karena sesiangan tadi udah nyolong start tidur duluan… Sebelum sesorean nge-mall dengan songong, lagak udah semacam orang banyak duit aja, cih.
Isn’t my life seems so fine? Siang tidur, sore nge-mall, malem nggak ngapa-ngapain. Yeah, fun my ass. I feel so very useless.
Jadi pas acara JJSDM gue tadi, Jalan-Jalan Sore Di Mall, gue ketemu sama dua orang temen lama, both are consider my best friend actually. Yang satu adalah temen kuliah, yang sayang sekali sebelum kuliahnya selesai memutuskan untuk cuti dan belum mulai kuliah lagi sampai sekarang dan yang satunya adalah temen SMP. No, mereka bukan long-lost friend… gue masih berhubungan dengan mereka walaupun kadang-kadang.
Tapi, pernah nggak lo ngerasa, kalau tiap-tiap orang yang hadir di hidup lo membawa banyak hal dalam diri mereka untuk diri lo. Mereka membawa hal-hal baru untuk dipikirin, diketawain, sampai disirikin.
Gue sendiri, pada dasarnya ada bawaan lebih suka sendirian daripada direcokin sama orang lain. Nggak sekali atau dua kali gue sering dibilang anak hilang sama temen-temen gue, diomelin karena suka susah dihubungin karena males pegang HP dan males ngomong walaupun sekedar di SMS, BBM, chatting, atau telepon, diliatin orang-orang di restoran karena asik aja makan sendirian sambil baca buku, atau kadang malah sampai dikasianin gara-gara nonton di bioskop juga sendirian.
Gue bukan orang yang pendiem, gue rasa tahi lalat di bibir gue ini harusnya cukup menjadi bukti kalau gue dikutuk jadi bawel dari lahir, but I’m a picky person… gue nggak bisa ngobrol sama semua orang, apalagi kalau yang baru kenal, apalagi orang yang gue lihat mukanya aja udah males. Efek sampingnya adalah gue sering dibilang sombong, judes, dan galak. Salahkan perpaduan sifat pilih-pilih dan muka yang so(k) cool ini.
But yes, I won’t talk to you if I’m not feeling like talking.
Temen-temen dan keluarga gue kenal betul kebiasaan gue yang begini, jadi kalau gue lagi nggak bisa dihubungin atau nggak bisa diajak ngomong, don’t even bother to try at least there is an emergency.
I’m not a talker but I have many things to talk… mungkin itu salah satu alasan kenapa gue menulis, to speak up my mind.

Well, maybe this self centered talk can be an interesting part of this blog, I mean… Me, talking about myself and my disposition. Why not? This is my blog, I can be famous in here. :))
Let’s be famous then!

No comments:

Post a Comment