Monday, September 2, 2013

#IdeaSwap: 1-4-3

Baca topik ini, hal pertama yang terlintas jelaslah lagunya Henry Lau yang lagi beken-bekennya itu. Sejujurnya pun gue otomatis beberapa kali langsung dengerin lagu itu… and I still have no idea how to develop this topic.

Jadi, ketika jaman lagu 1-4-3 itu baru keluar, gue ga ngerti apalah itu maksudnya 1-4-3, dan sama dengan apa yang orang lain lakukan, kalo ga tau maka kembalilah pada google. So I google it, then a lot of things about 1-4-3 come up. Ternyata arti dari 1-4-3 itu sederhana sekali sodara-sodara, artinya cuma: I Love You.

Or is it that simple, the I love you?
For me, the hardest and the most meaningful I love you ever said is when that sentence follow with No matter what. I love you no matter what…
That kind of I love you yang ga menuntut balasan dan tanpa alasan.

Berapa orang di dunia yang bisa kalian hadiahkan perasaan seperti itu?
Mungkin banyak dari kalian yang bakal otomatis jawab, “Orangtua gue lah, siapa lagi?” atau “Pasangan gue dong…”, atau jawaban yang lebih luar biasa lagi, “Tuhan gue lah, ga ada lagi yang lain.”
Those are a great answers and probably the most right answers too…

Gue sebenernya ngerasa ga pantes nulis soal cinta-cintaan begini. Karena gue sendiri, percaya apa ga, takut sama yang namanya cinta. Bukan, bukan karena gue jomblo dari lahir. Pada masanya, gue juga pernah ngerasain jaman pacaran sama sekian banyak cowok yang berbeda dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Sepanjang hidup gue, ada dua point yang membuat gue sama sekali berubah pandangan soal cinta.
Pertama adalah ketika orangtua gue bercerai, seeing a love that I’ve been looked up all my life crumble right in front of my eyes is broken my heart even until today.
Kedua adalah ketika gue sendiri menyadari I’ve been in love for a very long time with someone I can’t choose. This someone is my best friend, and we’re still friend until now. Agak konyol sebenernya kalau diinget-inget, we were realize we’ve been developed another feeling to each other after we’ve been a friend for years, it is supposed to be a happy ending for both of us, but we ended up chose the hard way and here comes the sad part when both of us have no courage to step further to change our pure friendship into some sort of relationship.

Tentu aja dua kejadian itu udah lama berlalu, tapi apa yang merubah gue sejak itu masih bertahan hingga sekarang. Love scares me.

Yet this is the weird thing about it, those two point that change my perspective about love forever are turned up to be a wake up call for me…
Why is my parents divorce effect me that much, because I love them no matter what.
Why after being a coward and run from the possibility to have a relationship with my own best friend makes me hesitate to love again, because back at that time I love him no matter what.

No comments:

Post a Comment