Monday, September 9, 2013

#IdeaSwap: If I Were A Boy

Have you ever wish to be born as someone else? If you’re boy, have you ever wonder how if you were a girl and if you’re a girl, how it’ll become if you were a boy?

If I were a boy?
I bet I’ll become a decent one. If not I’ll just become the annoying type that most girl will going to hate. Yeah, I don’t think there is any middle standard for a “boy” me.
Let me use my imaginary here, to put my girl personality into a boy one.

Mari awali semuanya dengan, Mungkin

Gue adalah cowok yang pendiam, yang ga bisa ngelucu atau sekedar bercanda-canda jorok sama kebanyakan orang. Karena menurut gue cowok yang bermulut cewek alias berisik dan macam komentator nyasar itu butuh dibasmi dari muka bumi ini.
Gue adalah cowok yang menyebalkan karena terkesan tukang pilih-pilih dan ga suka hidup susah. Prinsip gue adalah, laki-laki itu ga butuh hidup sok susah kalau bisa hidup enak hanya karena stereotype yang menyatakan kalo cowok yang ga pernah hidup susah itu artinya ga bakal bisa survive. Ah kata siapa? Itu sih tergantung lo nya aja tau diri apa ga… Taraf hidup itu bagian dari takdir, kalau memang temen lo mampu hidup lebih enak dari lo, ya jangan banyak omong, ga perlu pengumuman lah kalau lo sirik. Tapi bukan berarti gue ga bisa apa-apa. Biar begini juga gue tetap laki-laki yang suatu hari bakal menapaki masa depannya sendiri. Itu makanya gue selalu mendoktrin diri gue sendiri buat jadi cowok cerdas, cekatan, dan serba bisa. Itu modal, biar survive.
Gue adalah cowok yang susah naksir cewek dan susah ditaksir cewek. Kenapa? Gue senyum aja jarang, gimana mau ada yang naksir gue? Yang ada cewek-cewek kalau ngeliat gue macam ngeliat anjing yang di jidatnya ada tempelan, “Awas anjing galak!”. Gue juga susah naksir cewek, bukan semata-mata karena ketinggian standar, susah aja kali nemuin cewek yang kira-kira mau sama anjing galak. Ditambah, gue bukan cowok yang naksir sama cewek cantik, buat gue cewek cantik itu cuma enak dilihat, masalah hati ga ada hubungannya sama muka lo.
Gue adalah laki-laki yang setia kawan. Karena mencari teman itu bukan hal gampang buat gue, jadi ketika gue menemukan beberapa orang yang bisa gue sebut teman, I’ll treasure them no matter what.
Gue adalah cowok yang dekat dengan Mama, karena sejak kecil keburu terbiasa memandang beliau sebagai makhluk rapuh yang butuh dilindungi terus-terusan sama anak laki-laki jagoannya ini… Padahal dalam hati gue tau benar, Mama adalah wanita paling kuat yang ada di dunia.
Gue adalah laki-laki tegas yang mengerti benar apa yang gue mau dalam hidup gue. Gue calon laki-laki sukses, masa depan gue cerah dan menjanjikan. Bukan karena kepedean, bukan juga mendahului kehendak Tuhan. Itu namanya optimis.
Gue adalah cowok yang selalu berusaha ga mempermainkan dan menyakiti perasaan cewek, apa sih gunanya jadi cowok model begitu? Ga guna. Jika suatu hari gue berkeluarga, gue akan memastikan istri dan anak-anak gue menjadi orang-orang yang paling bahagia di dunia. Begitu juga dengan orangtua dan saudara-saudara gue… Gue yang akan membuat mereka bahagia.

Do I sounds perfect already?
Yes, I did… Mungkin itu sebabnya Tuhan menciptakan gue sebagai perempuan, bukan laki-laki. Karena manusia pada dasarnya ga ada yang sempurna.
Just a fun fact, gue sering dapet “pengakuan” dari temen-temen cewek gue, yang bilang kalo gue cowok pasti mereka naksir sama gue. Awalnya gue selalu mikir temen-temen gue kena semacam gangguan mental karena bisa-bisanya gue berkandidat potensial jadi laki-laki idaman mereka. Tapi setelah gue baca apa yang barusan gue tulis, they’re not entirely wrong, for a few women I might be their ideal guy.

Then again, I’m just an ordinary girl, a girl who far from perfection. If I were a boy, maybe the people who got me on their back will be the lucky ones. But even so I’m just a girl, I’ll do as much as I can to be that girl, a girl who don’t need to imagining “if I were a boy” just to feel happy, a girl who always thankful being born as a girl… and as a very blessed one too.

No comments:

Post a Comment