Wednesday, November 13, 2013

A Father's Day

Mungkin posting ini agak sedikit terlambat, saat menulis ini tanggal 12 November hampir lewat dan gue entah kenapa sekarang baru kepikiran menulis sesuatu tentang hari ayah, hari ini.
To be honest, gue lupa kalau hari ini adalah hari ayah... such a bad daughter am I, huh?  Padahal hari ini gue sempet ngobrol panjang sama papa, momen ngobrol yang jarang-jarang bisa terjadi di tengah-tengah padatnya kerjaan bokap gue.
Dari sedemikian panjangnya obrolan gue dan papa, gue nggak sempet sekedar bilang "Selamat hari ayah ya Papa, thanks for loving me that much... I love you too." Salahkan pada kemampuan mengungkapkan perasaan gue yang di bawah rata-rata, gue bener-bener nggak bisa berkata-kata manis... terutama kalau disuruh ngomong langsung di depan orangnya.

Sedikit perasaan bersalah muncul, cuma sekedar bilang sayang sama papa aja gue nggak bisa, jadi bisanya apa?
Sementara papa, apapun yang gue minta... bisa atau nggak bisa, akhirnya pasti dibisa-bisain. Papa selalu bilang kalau semua yang dilakukannya sekarang semata-mata cuma buat anak-anaknya, gue dan adek gue, keluarga gue bukanlah keluarga kaya raya tapi kami hidup lebih dari sekedar layak. Luar biasa kalau menilai gue dan adek gue bisa hidup enak seperti ini semua karena papa, seseorang yang selalu lebih memilih beli satu baju baru dan satu celana baru pas lebaran biar sisa uangnya bisa untuk anak-anaknya beli baju berlusin-lusin, sesuatu yang sebenernya nggak gue butuhkan. Tapi papa begitu cuma supaya menyenangkan anak-anaknya.
Papa adalah sosok ayah tukang marah-marah, yang selalu ngomel panjang lebar setiap anak-anaknya bikin salah. Papa juga sosok ayah yang selalu minta maaf duluan kalau habis marah-sama sama kita. Papa adalah orang yang rajin mengingatkan anak-anaknya supaya rajin berdoa, buat dia dan buat diri kita sendiri. Papa adalah laki-laki hebat yang serba bisa mulai dari benerin kabel, main musik, bikinin gue rumah barbie, sampai bikinin makanan favorit buat anak-anaknya. Papa adalah orang yang nggak pernah malu bertanya pada anak-anaknya. Papa juga orang yang nggak pernah berhenti membanggakan anak-anaknya seolah-olah gue dan adek gue adalah anak paling baik sedunia. Papa adalah orang terkuat di dunia, yang mengajarkan banyak hal pada gue tentang mengalah, ikhlas, pasrah, dan tetap semangat. Papa adalah sosok yang selalu mengingatkan gue dan adik gue untuk saling menyayangi, "Kalian kan adik-kakak cuma berdua, kalau kalian nggak menghargai satu sama lain... siapa lagi yang kalian punya nanti?" begitu katanya. Papa adalah orang yang ngotot mengantarkan anak-anaknya ke gerbang kesuksesan, harus lebih sukses dari dia, supaya nanti hidupnya tetap senang seperti ini bahkan kalau bisa lebih senang lagi. Papa adalah orang pertama yang cemburu kalau gue dekat dengan laki-laki baru, apalagi kalau sampai pacaran... maklum anak gadisnya cuma satu, mungkin takut tempatnya sebagai laki-laki paling ganteng di hidup gue tergeser. Tenang aja Pa... Papa tetep paling ganteng, bahkan dengan rambut yang mulai memutih, Papa tetep yang paling ganteng. Papa adalah orangtua terbaik, yang mengarungi gejolak hidup bersama anak-anaknya, dari susah lalu senang lalu susah lalu senang lagi. Papa adalah bagian besar dari harga diri gue, seseorang yang gue banggakan dan gue cinta tanpa batas.

Makasih ya Pa... for being such a great dad with such a big heart. You're the one who brought me into this life, you're the one who raise me to see this life, you're the one encourage me to live this life.
Maaf ya Pa... kalau Teteh belum bisa membalas semua yang Papa lakukan buat Teteh, dan nggak akan pernah bisa. But I'll do everything, everything to at least makes you smile, karena Papa memang paling ganteng kalau lagi senyum.

And Dad, I love you...


Happy father's day to all great dad and dad-to-be in the world!

No comments:

Post a Comment