Wednesday, November 20, 2013

"The Internship" : You don't always have to be a tech-savvy geniuses to working at Google


Another great American comedy film to watch in the weekend. Dari pertama kali nonton trailer-nya, gue udah memutuskan, I must watch it! Sebagai manusia yang hidup di jaman canggih kaya' gini, gue rasa perbincangan macam, "Eh, artinya ini apaan sih?" lalu dijawab dengan, "Bentar.. gue googling dulu," udah bukan sesuatu yang asing lagi.
Gue pribadi punya tingkat ketergantungan pada Google yang cukup gawat. Jadi ketika gue tau film ini bakal keluar dan mata gue langsung tertarik pada desain huruf di posternya yang kok warnanya kaya' pernah lihat dimana gitu kan... So I Google it, and then Google say that this movie is about Google.
Vince Vaughn dan Owen Wilson berperan sebagai Billy McMahon dan Nick Campbell, para salesman jam tangan yang tiba-tiba dipecat secara sepihak oleh pimpinan mereka. Sebab pemecatannya terdengar sepele, karena jaman sekarang orang-orang nggak lagi bergantung pada jam konvensional, dengan handphone atau gadget lainnya di tangan mereka kalau ditanya jam berapa pasti yang dilihat handphone-nya duluan. Gue antara setuju dan nggak setuju. Karena gue masih suka pakai jam tangan kemana-mana kok, tapi iya juga... kadang-kadang jam yang gue pakai itu jam mati, asal matching sama baju yang lagi dipakai aja gitu jadinya, buat aksesoris dan bukan buat fungsinya, kalau mau lihat jam... kan ada handphone.
Singkat cerita, Billy dan Nick mendadak pengangguran. Dengan umur yang nggak muda lagi, cari kerja dirasa semakin susah. Sampai suatu malam, gue nggak ngerti si Billy ini dapet wangsit darimana, dia iseng buka-buka internet, typing a 'Google' as a keyword on Google dan menemukan sebuah lowongan pekerjaan di Google itu sendiri. And nope, of course it won't be that easy... mereka yang notabene adalah angkatan tua yang nggak friendly dengan perkembangan teknologi, struggle sejak langkah pertama interview online via video call. Syarat melamar pekerjaan di Google adalah, mereka harus anak kuliahan, yang masih aktif kuliah. Jadi dengan sablengnya they applied for a random department di salah satu universitas online.
Ketika hari yang ditentukan tiba, berangkatlah mereka ke kantor Google dengan fakta kalau itu bukanlah lowongan kerjaan, hanya lowongan magang dimana mereka harus bersaing dengan ratusan intern lainnya sampai akhirnya dari internship itu akan diambil beberapa orang untuk benar-benar diterima bekerja disana. Pertanyaannya, bagaimana dua orang yang sama sekali buta teknologi bisa bersaing dengan orang-orang lain yang selain rata-rata umurnya sepuluh tahun lebih muda dari mereka dan juga sekaligus manusia-manusia maniak teknologi?
As what Nick Campbell said in the movie,
"We’re looking at some sort of mental “Hunger Games” against a bunch of genius kids for just a handful of jobs."
Salah satu misi dari film ini yang gue tangkap adalah, orang yang bekerja di Google itu nggak melulu orang yang dari lahir udah pakai kacamata dan gedenya pasti jadi tech-savvy geniuses. Di dalam Google ada juga orang biasa-biasa saja, yang berhasil masuk hanya dengan modal nekat dan niat.
I won't give a further spoiler about the movie in this blog... You go watch it by yourself if you really that curious. But I want to pinpoint a few part in this movie that I thing ah-mazingly funny and funny. Yes, funny and funny.
First, the part when they give us a tour in Google building. Gila, gue sampai mupeng-mupeng lihatnya... Puluhan kafe yang semuanya basically giving you a free and unlimited foods, perosotan raksasa di tengah ruangan, sofa nyaman warna-warni yang tersebar dimana-mana, layanan laundry gratis, dan halaman yang luas dimana lo boleh naik sepeda muter-muter disitu. Oh, dan masih ada lapangan volley beach ball di depan kantornya. Yes, you can play volley beach ball in front of your office.
Pikiran bodoh pertama yang terlintas di otak gue adalah; kalau gue kerja di tempat kaya' gitu, gue kapan kerjanya ya?
Bagian kedua favorit gue adalah... That freakin' office have a muggle quidditch field and quidditch tournament for their employees. Awesome.

Overall, The Internship have everything. You can laugh almost for entire part, sementara pesan moralnya juga tersampaikan dengan sangat baik. Mulai dari kerja keras, fair play, optimisme, and the value of real friendship.

I give it 4,5/5 stars! This movie is really worth to watch in your spare time.

No comments:

Post a Comment