Wednesday, March 1, 2017

Upon the Challenge

Hello new month, my old friend, we meet again...
Lama sekali ya sejak terakhir gue nongol di dunia maya. Nggak cuma lama nggak blogging, it's been almost three weeks since I cut myself from internet and social media, until finally I made a comeback yesterday (Hahaha... comeback? Lo siapa deh, Ulfa?)
But seriously, as a major introvert, I always need a digital detox every once in a while. Because keep in touch with people and internet is kinda... tiring and it's really worn me out most of the times.
Dan pada dasarnya bulan lalu adalah sungguh bulan yang challenging untuk gue, if not near chaos. Singkat cerita, awal bulan Februari kemarin gue akhirnya memutuskan untuk resign dari pekerjaan gue―in a quite abruptly and quite dramatic manner. So that's that, gue... pengangguran.
See that posts I wrote all along February? No? Because I didn't write anything. Because I don't have the time, and I can't set the blogging mood, and I'm in a major crisis with being an unemployed person.
Tapi sesuai apa kata orang-orang, dibalik kesusahan selalu ada kemudahan. Dan itu yang terjadi pada gue sepanjang bulan lalu. Gue sebenarnya adalah tipe orang yang mudah sekali depresi. My anxiety limit is depressingly low. Dan biasanya kalau gue sudah berkubang dalam anxiety seperti itu I will lost half of my ability to cope and functioning life normally. Tapi bulan lalu adalah pengecualian, gue bahkan lumayan kaget dengan diri gue sendiri. I almost not giving myself time to be depressed, which is so not me. Tanpa mengulur-ngulur waktu gue bergerak cepat, tidak banyak berpikir dan menimbang: I'm job hunting.
I literally was sending my resume everywhere. To the point that I actually lost count and forget what I was applying for and where I was applying at. And I do that every single day without fail, sometimes I sent them twice a day. Yes, gue segigih dan sengotot itu berjuang mencari pekerjaan baru.
Memang sih ya, yang namanya usaha itu tidak pernah mengkhianati. In less than three weeks, gue mendapat lima panggilan dari lima perusahaan yang semuanya lumayan established. Dari lima panggilan; gue ditolak satu perusahaan, menolak dua perusahaan (yang tinggal tanda tangan kontrak banget padahal, by the way), masih dalam tahap interview dengan satu perusahaan, dan diterima oleh satu perusahaan. And with that, I bid a goodbye to my, thankfully, short unemployed era.
Starting next week I will start working my new job and I'm so excited. I am so, so, so excited! I scored the job after being very picky dan bisa dibilang hampir nekat, dua kali menolak kontrak kerja yang sudah disodorin tepat di bawah hidung gue itu bukan keputusan yang bisa diambil seenak jidat kan ya... Yet I choose to stick to my faith, semoga pekerjaan yang gue incar-incar ini adalah yang terbaik.
Jadi ya begitulah, a lot of things happened in a very short time. It's almost dream-like. Dan ini juga menjadi pencapaian baru untuk gue pribadi. Seorang Ulfa yang biasanya mudah sekali drowning under pressure, kali ini gue melewatinya dengan sangat mudah. Hampir tidak ada rasanya. Like I almost have no time to feel when I'm crazily pushing myself to hustle.
And now I have a lot more challenges to tackle coming upon. Diberi kesempatan untuk me-restart hari-hari gue, diberi "alat" yang jauh lebih baik dari sebelumnya juga, I'm so not going to let myself down!
Jadiii... buat siapapun di luar sana yang sedang struggle menentukan pilihan, saran gue cuma satu: just shoot. It may seems scary and very uncertain, and it is. But if you do that for the sake of yourself, to give yourself something you strongly deserve, just go for it.
I prove that to myself, now it's your turn to prove you to you. I can do it, you can do it better.